Cara Menulis CV yang Disukai HRD

Contoh CV profesional yang disukai HRD

Cara Menulis CV yang Disukai HRD

Membuat CV yang menarik perhatian HRD adalah langkah awal penting untuk mendapatkan pekerjaan impianmu. Banyak pelamar kerja gagal bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena CV mereka tidak mampu menunjukkan potensi diri dengan jelas. Artikel ini akan membahas cara menulis CV profesional yang benar-benar disukai HRD.

1. Gunakan Format CV yang Profesional dan Rapi

Pertama-tama, pastikan tampilan CV kamu bersih, rapi, dan mudah dibaca. Gunakan ukuran font standar seperti 11–12 pt dengan jenis huruf profesional seperti Arial, Calibri, atau Helvetica. Hindari penggunaan warna mencolok atau hiasan berlebihan. HRD biasanya hanya menghabiskan kurang dari satu menit untuk membaca CV, jadi pastikan informasi penting mudah ditemukan.

Tips Format yang Disarankan:

  • Gunakan heading yang jelas untuk setiap bagian (misalnya: Data Diri, Pengalaman Kerja, Pendidikan, Keahlian).
  • Gunakan poin-poin (bullet points) untuk menjelaskan tugas dan prestasi.
  • Pastikan file CV disimpan dalam format PDF agar tampilan tidak berubah.

2. Tuliskan Data Diri Secara Singkat dan Jelas

HRD tidak membutuhkan informasi pribadi yang terlalu detail. Oleh karena itu, cukup tuliskan nama lengkap, nomor telepon, alamat email, dan kota domisili.. Hindari mencantumkan data yang tidak relevan seperti hobi atau tinggi badan kecuali diminta secara khusus.

3. Fokus pada Pengalaman dan Prestasi

Bagian pengalaman kerja adalah hal pertama yang dilihat oleh HRD. Oleh karena itu, tuliskan posisi terakhir, nama perusahaan, serta tahun bekerja. Selain itu, jelaskan secara singkat tanggung jawab utama dan prestasi yang kamu capai. Gunakan angka atau hasil konkret untuk memperkuat kesan profesional, misalnya: “Berhasil meningkatkan penjualan sebesar 25% dalam 6 bulan.”

Contoh Penulisan:

Sales Executive – PT Maju Jaya (2021–2023)
Meningkatkan penjualan produk sebesar 25% dalam waktu enam bulan melalui strategi promosi digital dan kemitraan baru.

4. Cantumkan Keahlian yang Relevan

Selain pengalaman, HRD juga menilai kemampuan teknis dan soft skill. Sebaiknya tuliskan keahlian yang relevan dengan posisi yang kamu lamar, misalnya: Microsoft Office, desain grafis, komunikasi efektif, atau manajemen waktu. Gunakan daftar poin agar lebih mudah dibaca.

5. Tambahkan Ringkasan Diri (Profile Summary)

Ringkasan diri di awal CV bisa menjadi daya tarik tersendiri. Paragraf pendek ini berfungsi memperkenalkan siapa kamu, apa keahlian utamamu, dan tujuan kariermu. Dengan kata lain, bagian ini adalah “iklan singkat” tentang dirimu yang membantu HRD memahami nilai tambah yang kamu tawarkan.

Contoh:

Profesional muda dengan pengalaman di bidang pemasaran digital dan komunikasi publik. Terbiasa bekerja dalam tim dan memiliki kemampuan analisis data yang kuat. Berkomitmen untuk memberikan hasil kerja terbaik.

6. Gunakan Bahasa yang Sopan dan Efektif

Gunakan bahasa yang formal namun tetap mudah dipahami. Hindari kata-kata yang terlalu teknis atau bertele-tele. Selain itu, pastikan tidak ada kesalahan ejaan, tanda baca, maupun tata bahasa. Kamu bisa meminta teman untuk membantu memeriksa CV sebelum dikirimkan.

7. Perbarui CV Secara Berkala

Terakhir, jangan lupa memperbarui CV setiap kali kamu memperoleh pengalaman baru atau pelatihan tambahan. HRD sangat menghargai kandidat yang terus berkembang dan menunjukkan komitmen terhadap kariernya.

Kesimpulan

Membuat CV yang disukai HRD sebenarnya tidak sulit. Dengan memperhatikan struktur, kejelasan informasi, serta tampilan profesional, kamu bisa meningkatkan peluang diterima kerja. Selain itu, pastikan kamu selalu menyesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar agar terlihat relevan dan menarik.

Untuk informasi lowongan kerja terbaru, kunjungi halaman utama kami di LokerPalembang.eu.org dan temukan pekerjaan impianmu hari ini.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *